Selasa, 29 Januari 2013

Kelebihan dan Kekurangan Belanja Online


Kemajuan teknologi memang membawa dampak bagi penggunanya. Salah satu contohnya adalah perkembangan bisnis online: jual beli online. Tanpa harus membuang waktu ke toko atau pusat perbelanjaan, cukup dari mana saja, kapan saj, di mana saja. Namun segala sesuatu itu pasti memiliki kelebihan dan kekurangan, termasuk jual beli online.

Berikut keuntungan dan kelebihan dan kekurangan jual beli online

Kelebihan
 
1. Praktis dan Hemat Waktu
Dengan duduk atau tiduran di depan komputer, sudah bisa berbelanja berbagai macam barang yang dibutuhakan. Keduanya hanya mengandalkan hubungan melalui online berupa chatlive dengan pemilik toko online atau via telephone.

2. Banyak Pilihan Barang
Biasanya situs jual beli online menyediakan barang yang lebih variatif. Dari sekedar barang sederhana dan murah sampai barang yang berharga mahal. Semuanya ada. Kemudia, lebih enak lagi kita dapat dengan mudah membandingkan harga dari toko satu dengan toko lainnya. Begitu juga dengan jenis dan model barang terbaru..

3. Harga Relatif Lebih Murah.
Kebanyakan toko online harganya lebih murah daripada toko konvensional. Asal pintar-pintar kita membandingkan harga di pasaran. Karena pemilik toko online biasanya tidak perlu menyediakan toko khusus sehingga mereka mampu menghemat biaya operasional. Bahkan beberapa juga menyediakan barang grosir sehingga sehingga harga lebih murah.

4. Resiko (bagi Penjual)
Low risk atau resiko kecil bagi penjual dalam hal proses produksi. Dalam berjualan secara offline, kita perlu membuat banyak item produk kita untuk menarik pelanggan yang berkunjung, namun tidak seperti itu di dunia online. Banyak sekali pengusaha yang hanya memperlihatkan produk contoh mereka dengan bentuk foto sehingga barang akan dibuat setelah ada pemesanan. Tentu ini sangat menguntungkan karena sangat rendahnya kerugian yang didapat pengusaha dengan sistem ini tanpa merugikan pembeli pula

Kekurangan

1. Tidak Kenal Jam Kerja
Dunia online adalah dunia yang tidak pernah tidur, selama server situs jual beliyang ada produk kita masih up (hidup), maka selama itu pula pembeli akan melihat dan menghubungi si penjual. Meskipun kita dapat menunggunya sampai pagi, tapi hal ini jelas membuat antusiasme pembeli menjadi menurun akan produk kita. Banyak pengusaha yang telah terbiasa dengan ini sehingga mereka memberikan keterangan fast respond untuk setiap SMS / telepon yang masuk.

2. Pembeli adalah Raja Otoriter
Penjual harus memberikan fasilitas semudah dan senyaman mungkin bagi calon pembeli agar terjadi proses jual beli. Baik dalam hal kemudahan konfirmasi pembayaran, tempat pembayaran bahkan proses negosiasi yang kadang sangat alot jika kita berjualan via online. Penjual harus siapkan mental untuk calon pembeli yang menawar dengan harga sangat sadisdan menyediakan rekening dari berbagai bank agar mereka tidak merasa direpotkan dengan proses jual beli ini.

3. Kemungkinan Penipuan
Karena semuanya bersifat maya, modal awal untuk menjadi pengusaha online adalah kepercayaan. Tanpa kepercayaan, pembeli tidak akan mau memberikan uang kita untuk ditransfer terlebih dahulu baru menunggu barang tersebut kita kirim. Dengan kepercayaan pembeli dapat memperoleh banyak pembeli dari berbagai daerah karena nama yang telah dikenal. Namun tetap saja via online sangat marak terjadi penipuan yang merugikan penjual ataupun pembeli, bahkan pernah terjadi kerugian hingga ratusan juta dalam bisnis online. Untuk itu perlu berhati-hati. Solusinya seperti rekening bersama yang telah terkenal untuk menjadi pihak ketiga dalam transaksi jual-beli.

4. Ongkos Kirim Mahal
Tentunya barang yang kita beli tidak serta merta langsung dapat kita ambil. Pemilik toko online masih memerlukan jasa pengiriman. Dan yang menentukan biaya kirim barang adalah pemilik jasa pengirimaan barang seperti JNE, TIKI, Pos Indonesia, dan sebagainya 






Tidak ada komentar:

Poskan Komentar